Liffham’s Weblog


Manusia tidak Berhak membeci Manusia …::
Maret 24, 2008, 21:30
Diarsipkan di bawah: manusia

NABI Muhammad saw bersabda bermaksud : “Apabila Allah hendak membahagiakan seseorang hamba-Nya, Allah menyeru Jibril dengan firman-Nya: “Sesungguhnya Allah kasihkan si anu, maka hendaklah engkau mengasihinya.” Jibril pun mengasihinya; kemudian Jibril mengisytiharkan kepada sekalian penduduk langit, katanya: “Sesungguhnya Allah kasihkan si anu, maka hendaklah kamu sekalian mengasihinya.” Dengan itu, penduduk langit pun mengasihinya; setelah itu orang berkenaan dikasihi dan
diberi sambutan di bumi.
Dan apabila Allah Taala bencikan seseorang hamba-Nya, Allah memanggil Jibril serta berfirman: “Sesungguhnya Aku bencikan si anu, maka hendaklah engkau bencikan dia.” Jibril pun membencinya; kemudian Jibril mengisytiharkan kepada sekalian penduduk langit, katanya: “Sesungguhnya Allah bencikan si anu, maka hendaklah kamu sekalian membencinya.” Dengan itu, penduduk langit pun membencinya; setelah itu orang berkenaan dibenci dan dipulaukan di bumi.”

Umat Islam dilarang melakukan perkara buruk serta dibenci agama dan masyarakat, tetapi hendaklah sentiasa berbuat kebaikan.

Orang yang mempunyai sifat dan amalan baik sesungguhnya amat dikasihi Allah. Dia jugadisayangi oleh sekalian makhluk yang ada di langit dan bumi.

Pengisytiharan kasih maupun benci oleh Allah terhadap seseorang itu adalah sebagai memberi nilai yang sewajarnya. Hal ini agar kesan kebaikan dan kejahatan itu dapat dirasakan oleh pelakunya di dunia, sebelum menerima balasan sepenuhnya pada hari akhirat.

Kita selaku manusia biasa adalah tidak layak untuk menilai buruk baiknya seseorang, apa lagi menghukum dan membenci manusia lain kerana hanya Allah yang berhak berbuat demikian.



Niat dan Perbuatan Manusia ..::
Maret 24, 2008, 21:30
Diarsipkan di bawah: manusia

Artinya: Diriwayatkan dari Khalifah Umar bin Khattab
ra. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw
bersabda:”Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung
pada niatnya, dan sesungguhnya seseorang mendapatkan
apa yang ia niatkan, maka barang siapa yang berhijrah
dengan niat karena Allah dan RasulNya, maka dalam
hijrahnya itu ia akan mendapatkan pahala karena taat
kepada Allah dan RasulNya, dan barang siapa yang
berhijrah dengan niat mendapatkan barang duniawi, atau
karena perempuan yang akan dinikahinya, maka ia (dalam
hijrahnya) hanya akan mendapatkan hal itu. Hadits ini
diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim dalam
buku Shahih keduanya.

Asbabul Wurud el-Hadits (sebab turunnya hadits)
diriwayatkan bahwa pada zaman Rasulullah, terdapat
seorang pria meminang seorang wanita yang bernama Ummu
Qais, dan ternyata Ummu Qais berniat hijrah ke Madinah
mengikuti jejak Rasul dan para sahabatnya. Maka ia
(Ummu Qais) memberikan syarat kepada tunangannya itu
agar berhijrah bila ingin menikahinya. Dan berhijrahlah
tunangannya itu ke Madinah dengan harapan dapat
menikahi Ummu Qais. Kemudian rasulullah mengetahui
cerita ini, dan beliau mengeluarkan hadits ini, dengan
tujuan ingin menjelaskan kepada kaum muslimin tentang
peran niat dalam perbuatan. Sejak itu pria itu dijuluki
dengan “Muhajir Ummi Qais” (orang yang berhijrah demi
Ummu Qais).

Kandungan Hadits

Hadits di atas merupakan salah satu hadits pokok dalam
ajaran Islam. Imam Ahmad berkata: “Dasar-dasar Islam
itu terangkum dalam tiga hadits, pertama dalam hadits
ini, kedua dalam hadits yang diriwayatkan Aisyah ra.:
“Man ahdatsa fii amrina hadza ma laisa minhu fahuwa
raddun”, ketiga hadits yang diriwayatkan oleh Nu’man
bin Basyir: “al halaalu bayinun wal haraamu
bayyinun…..”. Komentar Imam Syafi’i : “hadist ini
merupakan sepertiga ilmu agama, di dalamnya terangkum
tujupuluh bab fiqih.” Hal ini tidak aneh, karena
perbuatan manusia selalu dilihat dari niatnya.

Niat secara bahasa (semantik) berarti: Maksud, tujuan,
keinginan. Dalam terminologi fiqih niat adalah:
“keinginan hati (untuk berbuat) yang dibarengi dengan
perbuatan. Ilustrasinya, bila seseorang ingin berpuasa
sunat kemudian ia berpuasa, maka ia telah berniat. Bila
seseorang hanya berkeinginan (berbuat) tapi
keinginannya itu tak direalisaikan dalam perbuatan, itu
bukanlah niat dalam pemahaman fikih.

Niat menurut Ulama mempunyai dua dimensi:
Pertama, untuk membedakan antara satu ibadah dengan
yang lain. Contohnya, niat dalam salat Dzuhur untuk
membedakan dari salat Ashar. Hal ini menjadi pembahasan
para fuqaha dalam buku-bukunya. Oleh karena itu niat
senantiasa menjadi salah satu rukun dalam suatu ibadah.

Kedua, untuk membedakan antara ibadah dengan adat
(kebiasaan). Maksudnya bila seseorang makan dan minum
dengan niat karena Allah, maka ia beribadah,
mendapatkan pahala, padahal makan dan minum adalah
kebiasaan (kebutuhan) hidup manusia. Atau dengan
istilah lain, untuk membedakan maksud perbuatan itu
karena Allah ataupun karena yang lainnya. Dan hal ini
menjadi pembahasan
para ahli sufi dalam karya-karyanya yang dikenal dengan
istilah keikhlasan.

Dengan demikian perbuatan dalam Islam dianggap benar
bila memenuhi dua hal:
Pertama, perbuatan yang zhahirnya sesuai dengan ajaran
Islam. Artinya, memenuhi syarat-syarat sahnya, dan
rukun-rukunya. Kedua, perbuatan yang bathinnya
dimaksudkan demi Allah swt. Logikanya, setiap perbuatan
diniatkan demi Allah tapi tidak sesuai dengan ajaran
Islam maka tidak akan diterima.

Perlu diketahui bahwa perbuatan yang diniatkan selain
Allah terbagi menjadi
beberapa bagian:
Pertama, perbuatan yang riya (pamer) semata dengan
tujuan agar dilihat dan dipuji orang lain. Perbuatan
ini adalah perbuatan kaum munafik, tidak diterima oleh
Allah. Kedua, perbuatan yang diniatkan demi Allah swt
bercampur dengan rasa riya, ini pun terbagi dua bentuk:
1)Bila rasa riya itu bercampur sejak awal, maka
perbuatannya itu batal, tidak diterima. Misalkan,
seorang kaya mengeluarkan zakat hartanya, karena
kewajiban agama (demi Allah) dan juga ingin dipandang
oleh orang lain. Meskipun ia telah terbebas dari
kewajiban zakat, namun ia tak mendapatkan pahala
zakatnya. 2)Perbuatan yang asalnya lillah, kemudian
muncul rasa riya di tengah-tengah perbuatan itu, maka
perbuatannya itu dihukumi berdasarkan niat asalnya.
Bila kita lihat hadits di atas, terbagi dalam tiga
statement. Pertama, “innamaa al-a’maalu bi al-niyyaat”
di sini digunakan kata “innamaa” yang dalam tata bahasa
Arab dikenal sebagai penguat, ini sebagai tekanan bahwa
segala perbuatan manusia itu tergantung pada niat
pelakunya. Maksud perbuatan di sini adalah perbuatan
independen, bukan paksaan.

Kemudian digunakan kata jama (plural) dalam “al-a’maal”
dan “al-niyyaat” di sini memberikan pengertian bahwa
perbuatan manusia itu bermacam-macam, begitu pula
niatnya beraneka ragam. Antara perbuatan dan niat tak
dapat dipisahkan.

Kedua, “wa innamaa likullimri’in maa nawaa” yang
artinya: setiap orang niscaya mendapatkan apa yang ia
niatkan. Statemen kedua ini sebagai pemberitaan Rasul
tentang hukum syariat, bahwa segala perbuatan itu
dinilai dari niat pelakunya, atau dengan kata lain
baik-buruknya suatu perbuatan (di mata Allah) di lihat
dari baik-buruknya niat si pelaku. Bila niatnya jelek
maka perbuatannya itu jelek pula.

Ketiga, setelah memberikan dua statemen sebagai kaidah
umum, kemudian Rasul memberikan contoh kongkrit dari
kaidah-kaidah di atas lewat statemen berikutnya. Dalam
statemen ketiga dijelaskan bahwa orang yang berhijrah
(ke Madinah-saat itu) dengan niat karena patuh terhadap
perintah Allah dan rasul-Nya, niscaya akan mendapatkan
kemuliayaan dunia-akhirat dan pahala dari Allah swt.
Tapi bagi orang yang yang hijrah dengan niat
mendapatkan benda duniawi semata, maka ia hanya
mendapatkan benda itu saja.



ASAL-USUL MANUSIA DAN TRANSFORMASI-TRANSFORMASI BENTUK MANUSIA SEPANJANG ZAMAN
Maret 24, 2008, 21:30
Diarsipkan di bawah: manusia
 
Beberapa ayat di dalam Al-Quran berikut ini tidak mengandung
sesuatu  pun kecuali makna spiritual mendalam. Yang lainnya,
dalam       pandangan       saya,       merujuk       kepada
transformasi-transformasi    yang    tampaknya   menunjukkan
perubahan-perubahan  di  dalam   morfologi   manusia.   Yang
terkemudian   ini   menguraikan   fenomena  yang  sepenuhnya
bersifat material, yang terjadi di dalam berbagai fase  tapi
selalu  dalam  susunan  yang  tepat.  Campur tangan kehendak
Tuhan, yang mengatasi segalanya,  disebutkan  beberapa  kali
dalam  ayat-ayat  ini. Hal tersebut tampak dimaksudkan untuk
mengarahkan transformasi-transformasi  yang  terjadi  selama
suatu   proses  yang  hanya  bisa  diuraikan  sebagai  suatu
'evolusi.' Di sini, kata tersebut dipergunakan dengan maksud
untuk  menunjukkan satu rangkaian modifikasi-modifikasi yang
tujuannya adalah untuk sampai kepada satu  bentuk  definitif
(tetap).  Tambahan  pula, penekanan diberikan kepada gagasan
bahwa ke-Mahakuasaan Tuhan tampil pada  kenyataan  bahwa  Ia
memusnahkan   populasi  manusia  untuk  memberi  jalan  bagi
populasi baru lainnya: hal  ini  tampak  bagi  saya  sebagai
tema-tema utama yang muncul dari himpunan ayat Al-Quran yang
disatukan di dalam bab ini.

Tak syak lagi, para pengulas terdahulu tidak  mampu  melihat
adanya   gagasan   bahwa  bentuk  manusia  bisa  jadi  telah
mengalami   transformasi.    Meskipun    demikian,    mereka
berkehendak untuk mengakui bahwa perubahan-perubahan mungkin
saja  benar-benar  telah   terjadi   dan   mereka   mengakui
kemaujudan   tahapan-tahapan   di   sepanjang   perkembangan
embrionik -suatu gejala yang  biasa  teramati  pada  seluruh
kurun  waktu  dalam  sejarah.  Meskipun demikian, hanya pada
masa  kita  inilah,  sains  modern  mengizinkan  kita  untuk
sepenuhnya  memahami  arti  ayat-ayat Al-Quran yang menunjuk
kepada   tahapan-tahapan   berturutan   dari    perkembangan
embrionik di dalam rahim.

Pada   saat  ini  kita  memang  bisa  bertanya-tanya  apakah
perujukan-perujukan di  dalam  Al-Quran  kepada  tahap-tahap
yang  berurutan dari perkembangan manusia, paling tidak pada
beberapa ayat, tidak melampaui sekadar pertumbuhan embrionik
sedemikian   sehingga   mencakup   transformasi-transformasi
morfologi  manusia   yang   terjadi   selama   berabad-abad.
Kemaujudan  perubahan-perubahan  seperti  itu  telah  secara
resmi  dibuktikan  oleh  paleontologi  dan  buktinya  sangat
banyak sehingga tak perlu lagi untuk mempertanyakannya.

Para   penafsir  Al-Quran  terdahulu  barangkali  tak  punya
firasat bakal  adanya  penemuan-penemuan  pada  berabad-abad
kemudian.  Mereka  hanya bisa memandang ayat-ayat khusus ini
dalam konteks perkembangan embrio, tak ada  alternatif  lain
pada masa itu.

Kemudian   tibalah   bom  Darwin  yang  -melalui  pemuntiran
terang-terangan teori Darwin  oleh  para  pengikut  awalnya-
mengekstrapolasikan  pengertian  tentang  suatu evolusi yang
bisa diterapkan atas manusia,  meskipun  tingkat  evolusinya
belum  lagi  dibuktikan  di  dalam  dunia  hewan.  Dalam hal
Darwin, teori tersebut didorong sampai  ke  tingkat  ekstrem
sedemikian  sehingga  para  peneliti mengklaim sebagai telah
memiliki  bukti  bahwa  manusia  berasal  dari  kera  -suatu
gagasan  yang,  bahkan  pada masa sekarang, tak seorang ahli
paleontologi terhormat sekalipun mampu membuktikannya. Meski
demikian  jelas  terdapat satu jurang yang sangat senjang di
antara konsep tentang manusia yang berasal dari kera  (suatu
teori yang sepenuhnya tak bisa dipertahankan) dengan gagasan
transformasi-transformasi bentuk manusia di sepanjang  waktu
(yang   telah   sepenuhnya   dibuktikan).  Kerancuan  antara
keduanya telah mencapai puncaknya ketika mereka  digabungkan
menjadi  satu -dengan hujjah-hujjah yang sangat dicari-cari-
di  bawah  panji  kata   EVOLUSI.   Kerancuan   yang   tidak
menguntungkan  ini  telah  menyebabkan beberapa orang secara
salah mengkhayalkan bahwa karena kata tersebut  dipergunakan
untuk menunjuk manusia, maka ia mesti berarti bahwa, menurut
kenyataan itu sendiri, Asal Manusia bisa dilacak hingga
kera.

Adalah amat penting untuk memahami dengan gamblang perbedaan
di  antara  keduanya;  kalau  tidak,  ada  risiko  timbulnya
kesalahpahaman  tentang makna yang dikaitkan kepada beberapa
ayat Al-Quran  tertentu  yang  akan  saya  kutip.  Di  dalam
ayat-ayat  ini  tak ada satu isyarat yang paling samar-samar
pun   berkenaan   dengan   bukti   untuk   mendukung   teori
materialistis    tentang   asal-usul   manusia   yang   amat
mengguncangkan kaum Muslim, Yahudi dan Nasrani tersebut.

      Makna Spiritual Mendalam Penciptaan Manusia dari Tanah
------------------------------------------------------------

Sebagaimana ditunjukkan oleh kedua ayat berikut ini, manusia
ditampilkan  di dalam Al-Quran sebagai suatu wujud yang amat
erat berkaitan dengan tanah (perujukan pertama):

                                              [Tulisan Arab]

"Dan Allah menumbuhkan  kamu  sebagai  suatu  tumbuhan  dari
tanah,  dan  kemudian Dia akan mengembalikan kamu kepadanya,
Dia akan mengeluarkan  kamu  lagi,  sebagai  suatu  keluaran
baru." (QS 71 :17-18)

Ayat  berikut ini menyebutkan tentang tanah (perujukan nomor
2):

                                              [Tulisan Arab]

"Dari (tanah) itulah Kami,[5] membentuk kamu  dan  kepadanya
Kami  akan  mengembalikan  kamu  dan  daripadanya  Kami akan
mengeluarkan kamu pada kali yang lain. " (QS 20:55)

Aspek spiritual asal manusia dari tanah ini ditekankan  oleh
kenyataan bahwa kita mesti kembali ke tanah setelah kematian
dan juga oleh gagasan bahwa  Tuhan  akan  mengeluarkan  kita
lagi  pada  Hari  Pengadilan,  suatu  makna  spiritual yang,
sebagaimana telah kita lihat, juga ditegaskan oleh Bibel.

Sehubungan dengan penerjemahan  di  atas,  berkenaan  dengan
perujukan  nomor  2, saya ingin menunjukkan kepada baik para
pembaca berbahasa Arab maupun yang menguasai bahasa Arab  di
Barat,  kata  bahasa Arab khalaqa biasa diterjemahkan dengan
kata kerja 'menciptakan'. Tetapi, penting  untuk  diketahui,
bahwa sebagaimana ditunjukkan oleh kamus yang amat baik yang
disusun oleh Kasimirski,  arti  asli  kata  tersebut  adalah
'memberikan  suatu  proporsi  kepada sesuatu atau membuatnya
memiliki proporsi atau jumlah tertentu.' Bagi Tuhan  (saja),
penerjemahan  tersebut  telah  dimudahkan  dengan penggunaan
kata 'menciptakan,' yakni mewujudkan sesuatu yang sebelumnya
tidak  maujud.  Dengan  berbuat  demikian,  orang-orang yang
secara eksklusif menggunakan istilah  'menciptakan'  sebagai
merujuk  kepada  tindakan  itu,  telah  gagal  menerjemahkan
gagasan tentang 'proporsi' yang  menyertainya.  Penerjemahan
yang lebih tepat, barangkali, adalah dengan menggunakan kata
'membentuk' atau 'membentuk dalam  proporsi  tertentu.'  Hal
ini  akan  membawa  kita  lebih dekat kepada makna asli kata
bahasa Arabnya. Inilah sebabnya, kenapa saya  telah  memilih
menggunakan   kata   'membentuk'  di  dalam  sebagian  besar
terjemahan-terjemahan saya,  dengan  makna  yang  disiratkan
oleh kata bahasa Arab primitifnya.

      Komponen-Komponen Bumi (Tanah) Dan Pembentukan Manusia
------------------------------------------------------------

Makna  spiritual  utama  asal-usul  manusia dari tanah tidak
menyingkirkan  pengertian,  yang  ada  di  dalam   Al-Quran,
tentang   apa   yang   pada   masa   kini   disebut  sebagai
'komponen-komponen'  kimiawi   tubuh   manusia   yang   bisa
ditemukan  di  tanah[6] agar bisa  membawakan pengertian ini
yang pada masa kini diakui sebagai  tepat  secara  saintifik
kepada  orang-orang  yang  hidup ketika Al-Quran diwahyukan,
maka terminologi yang sesuai dengan tingkat pengetahuan pada
masa    itu   harus   digunakan.   Manusia   dibentuk   dari
komponen-komponen yang dikandung di dalam tanah. Gagasan ini
muncul  dengan  sangat  jelas  dari  berbagai  ayat  yang di
dalamnya elemen-elemen pembentuk tersebut ditunjukkan dengan
berbagai nama (perujukan nomor 3):

                                              [Tulisan Arab]

"Dia  telah  menyebabkan kamu tumbuh dari bumi (tanat)." (QS
11.61)

Gagasan tentang tanah (ardh di dalam bahasa  Arab)  diulangi
pada surah 53 ayat 32.

Tuhan berbicara kepada manusia (perujukan nomor 4):

                                              [Tulisan Arab]

"Maka  sesungguhnya  Kami telah membentukmu dari tanah gemuk
(soil)." (QS 22 :5)

Asal manusia dari tanah gemuk (thurab di dalam bahasa  Arab)
diulangi  dalam surah 18 ayat 37, surah 30 ayat 20, surah 35
ayat 11 dan surah 40 ayat 67. Selanjutnya  (perujukan  nomor
5):

                                              [Tulisan Arab]

"Dialah yang membentuk kamu dari lempung." (QS 6 :2)

Lempung (thin dalam bahasa Arab) dipergunakan dalam beberapa
ayat  untuk   mendefinisikan   komponen-komponen   pembentuk
manusia.

Selanjutnya (perujukan nomor 6):

                                              [Tulisan Arab]

"(Tuhan) memulai penciptaan manusia dari lempung." (QS 32:7)

Penting  untuk dicatat dalam hal ini bahwa Al-Quran menunjuk
kepada 'awal' suatu penciptaan dari lempung. Hal  ini  jelas
bermakna bahwa tahap yang lain akan segera mengikuti.

Meskipun  tampak  tidak memberikan data baru bagi studi masa
kini, kutipan berikut ini diberikan demi  kelengkapan.  Ayat
ini merujuk kepada manusia (perujukan nomor 7):

                                              [Tulisan Arab]

"Sesungguhnya  Kami telah membentuk mereka dari lempung yang
pekat." (QS 37:11)

Selanjutnya (perujukan nomor 8):

                                              [Tulisan Arab]

"Dia membentuk manusia dari lempung, seperti tembikar."  (QS
55:14)

Citra   di  atas  menunjukkan  bahwa  manusia  'dimodelkan',
sebagaimana ditunjukkan dalam ayat berikut  ini.  Kita  juga
bisa  menemukan  gagasan  tentang 'pencetakan' manusia, yang
merupakan subyek sub-bagian berikut (perujukan nomor 9):

                                              [Tulisan Arab]

"Dan sesungguhnya Kami telah membentuk manusia dari lempung,
dari lumpur yang dicetak." (QS 15:26)

Gagasan yang sama diulangi (perujukan nomor 10):

                                              [Tulisan Arab]

"Dan  sesungguhnya  Kami  telah membentuk manusia dari suatu
saripati lempung." (QS 23 :12)

Saya menggunakan kata 'saripati' untuk menerjemahkan istilah
bahasa  Arab  sulalat  yang  berarti 'sesuatu yang disarikan
dari sesuatu yang lain' sebagaimana akan kita  lihat  nanti.
Kata  tersebut  muncul  di  bagian  lain  Al-Quran,  yang di
dalamnya dinyatakan bahwa Asal Manusia  adalah  sesuatu
yang  disarikan  dari cairan mani; (pada masa kini diketahui
bahwa  komponen  aktif  cairan  mani  adalah  organisme  sel
tunggal yang disebut 'spermatozoon' ).

Saya  membayangkan  bahwa  'saripati  lempung' pasti merujuk
pada berbagai komponen kimiawi yang  menyusun  lempung  yang
disarikan  dari  air yang dalam hal bobotnya merupakan unsur
utama.

Air  yang  di  dalam  Al-Quran  dianggap  sebagai  asal-usul
seluruh  kehidupan,  disebutkan  sebagai unsur penting dalam
ayat berikut (perujukan nomor 11):

                                              [Tulisan Arab]

"Dan Dia (pula) yang membentuk manusia  dan  air,  maka  Dia
jadikan    pertalian    keturunan   (oleh   laki-laki)   dan
kekeluargaan oleh wanita." (QS 25:54)

Sebagaimana di tempat lain dalam  Al-Quran,  'manusia'  yang
dirujuk di sini adalah Adam.

Beberapa ayat menyinggung penciptaan wanita (perujukan nomor
12):

                                              [Tulisan Arab]

"Tuhanmu sajalah) yang telah membentuk kamu  dari  setunggal
diri dan darinya menciptakan istrinya." (QS 4:1)

Ayat ini diulangi pada surah 7 ayat 189 dan surah 39 ayat 6.
Topik yang sama dirujuk dalam peristilahan yang kurang lebih
sama dalam surah 30 ayat 21 dan surah 42 ayat 11.

Tak   akan  timbul  keraguan  bahwa  di  dalam  kedua  belas
perujukan di atas banyak ruang diberikan  kepada  perenungan
simbolis  tentang  Asal Manusia, termasuk suatu isyarat
yang jelas tentang apa yang  akan  terjadi  atasnya  setelah
kematiannya,  dan  mengandung  penunjukan-penunjukan  kepada
fakta bahwa manusia akan kembali ke  bumi  demi  dimunculkan
kembali  pada  Hari  Pengadilan.  Meskipun demikian, di sana
juga tampak adanya perujukan kepada komposisi kimiawi  tubuh
manusia.


Asal Usul dan Keberlangsungan Kehidupan ..::
Maret 24, 2008, 21:30
Diarsipkan di bawah: manusia
Salah satu sifat  asli  Al-Quran,  yang  membedakannya  dari
Bibel  sebagaimana  disebutkan  di  atas, adalah bahwa untuk
mengilustrasikan  penegasan  yang   berulang-ulang   tentang
ke-Mahakuasaan  Tuhan,  Kitab  tersebut merujuk kepada suatu
keragaman gejala alam. Dalam hal sejumlah besar fenomena ini
ia   juga  memberikan  suatu  uraian  terinci  tentang  cara
fenomena-fenomena  itu  berevolusi  -penyebab-penyebab   dan
akibat-akibatnya.   Kesemua   rincian   ini   pantas   untuk
diperhatikan.  Pernyataan-pernyataan  yang  dikandung   oleh
Al-Quran  tentang  manusia,  adalah  di  antara  yang paling
mengejutkan saya ketika saya membaca  kitab  tersebut  untuk
pertama  kalinya  dalam  bahasa  Arab  aslinya.  Hanya  yang
aslinya  sajalah  yang   bisa   menjelaskan   makna   sejati
pernyataan-pernyataan  yang  amat  sering disalahterjemahkan
disebabkan alasan-alasan yang disebut di atas.

Yang menjadikan penemuan-penemuan ini sangat penting  adalah
bahwa  kesemuanya  itu  merujuk  pada banyak pengertian yang
belum dikenal  pada  saat-saat  Al-Quran  diwahyukan  kepada
manusia  dan  yang -baru empat belas abad kemudian- terbukti
sepenuhnya selaras dengan sains modern.  Dalam  konteks  ini
sama  sekali  tak  perlu  mencari-cari penjelasan-penjelasan
palsu yang cenderung muncul di beberapa publikasi dan bahkan
di  dalam  sejarah-sejarah  ilmu kedokteran yang di dalamnya
Muhammad  dianggap  sebagai   memiliki   kemampuan-kemampuan
kedokteran  (sebagaimana juga Al-Quran disebut-sebut sebagai
mengandung  resep-resep  kedokteran,  suatu   gagasan   yang
sepenuhnya tidak tepat).[1]

                                         Asal-Usul Kehidupan
------------------------------------------------------------

Al-Quran memberikan jawaban yang amat jelas pada pertanyaan:
Pada titik manakah kehidupan bermula? Dalam bagian ini, saya
akan   mengajukan   ayat-ayat   Al-Quran  yang  di  dalamnya
dinyatakan bahwa Asal Manusia  adalah  (bersifat)  air.
Ayat  pertama  di bawah ini juga menunjuk kepada pembentukan
alam semesta.

                                              [Tulisan Arab]

"Tidakkah orang-orang kafir itu melihat bahwa  lelangit  dan
bumi  disatukan,  kemudian  mereka  Kami  pisahkan  dan Kami
menjadikan setiap yang hidup dari air. Lantas akankah mereka
tak beriman?" (QS 21:30)

Pengertian  'menghasilkan  sesuatu  dari  sesuatu yang lain'
sama sekali tidak menimbulkan  keraguan.  Ungkapan  tersebut
bisa  juga  berarti  bahwa  setiap sesuatu yang hidup dibuat
dari air (sebagai  komponen  pentingnya)  atau  bahwa  semua
benda  hidup  berasal  dari  air. Kedua makna itu sepenuhnya
sesuai dengan data saintifik. Pada  kenyataannya,  kehidupan
berasal  dari yang bersifat air dan air adalah komponen yang
paling penting dari seluruh sel-sel hidup. Tanpa  air  hidup
menjadi  tidak  mungkin.  Jika  kemungkinan  kehidupan  pada
planet lain diperbincangkan, maka  pertanyaan  yang  pertama
selalu: Adakah cukup air untuk mendukung kehidupan di tempat
tersebut?

Data modern membawa kita untuk berpikir  bahwa  wujud  hidup
yang    paling   tua   barangkali   termasuk   dalam   dunia
tumbuh-tumbuhan:  ganggang  telah  ditemukan  sejak  periode
pra-Cambria  yaitu saat dikenalinya daratan yang paling tua.
Organisme yang termasuk dalam dunia hewan barangkali  muncul
sedikit lebih kemudian: mereka muncul dari laut.

Kata   yang   di   sini  diterjemahkan  sebagai  'air'  pada
kenyataannya adalah ma'[2] yang berarti baik air  di  langit
maupun  air  di  lautan atau segala jenis cairan. Dalam arti
yang pertama air merupakan unsur yang penting  bagi  seluruh
kehidupan tumbuh-tumbuhan:

                                              [Tulisan Arab]

"(Tuhan sajalah) yang telah menurunkan air dari langit. Maka
Kami[3]  tumbuhkan   (dari   air    itu)    berpasang-pasang
tumbuh-tumbuhan yang berbeda-beda." (QS 20:53)

Inilah    perujukan    pertama   kepada   suatu   'pasangan'
tumbuh-tumbuhan. Nanti kita akan kembali  kepada  pengertian
ini.

Dalam  arti  keduanya yang merujuk pada segala jenis cairan,
kata tersebut dipergunakan dalam bentuk  tak-tentunya  untuk
menunjukkan  zat  yang berada pada dasar pembentukan seluruh
kehidupan hewan:

                                              [Tulisan Arab]

"Dan Allah telah menciptakan semua jenis  hewan  dari  air."
(QS 24:45)

Sebagaimana  akan  kita lihat nanti, kata tersebut juga bisa
diterapkan pada cairan mani.[4]

Jadi, pernyataan-pernyataan dalam Al-Quran tentang asal-usul
kehidupan,  apakah itu merujuk kepada kehidupan secara umum,
unsur yang melahirkan tumbuh-tumbuhan di dalam tanah ataupun
benih  hewan-hewan, seluruhnya sepenuhnya sesuai dengan data
saintifik modern.  Tak  satu  pun  mitos  tentang  asal-usul
kehidupan  yang  lazim  dianggap  benar oleh orang pada saat
Al-Quran diwahyukan kepada  manusia  disebutkan  dalam  teks
tersebut.

                                   Keberlangsungan Kehidupan
------------------------------------------------------------

Al-Quran  merujuk pada banyak aspek kehidupan di dalam dunia
hewan dan tetumbuhan. Saya telah menguraikan kesemuanya  itu
dalam  karya  saya  sebelum  ini yang diterbitkan pada tahun
1976 (edisi bahasa Inggris,  1978).  Dalam  studi  ini  saya
ingin  memusatkan  perhatian pada ruang yang diberikan dalam
Al-Quran kepada tema keberlangsungan kehidupan.

Berbicara secara umum, komentar-komentar yang diberikan atas
pembiakan  (reproduksi) dalam dunia tumbuh-tumbuhan bersifat
lebih panjang daripada yang merujuk kepada  pembiakan  dalam
dunia  hewan.  Meskipun demikian, ada banyak pernyataan yang
menggarap tema reproduksi  manusia,  sebagaimana  akan  kita
lihat di bawah ini.

Sudah  merupakan suatu pengetahuan yang diakui bahwa ada dua
metode reproduksi di dalam dunia tumbuh-tumbuhan: yaitu yang
bersifat  seksual  dan  aseksual  (contohnya, pelipatgandaan
spora-spora atau proses menyetek yang merupakan kasus-khusus
pertumbuhan).  Perlu kita perhatikan, bahwa Al-Quran merujuk
kepada bagian-bagian jantan dan betina tetumbuhan tersebut:

                                              [Tulisan Arab]

"(Tuhan sajalah) yang telah menurunkan air dari langit. Maka
Kami    tumbuhkan    (dari    air    itu)   berpasang-pasang
tumbuh-tumbuhan yang saling terpisah." (QS 20:53)

"Satu dari sepasang" merupakan penerjemahan dari  kata  zauj
(jamaknya azwaj) yang arti aslinya adalah "yang bersama-sama
dengan yang lainnya membentuk satu pasangan." Kata  tersebut
bisa  juga langsung diterapkan pada pasangan kawin (artinya,
manusia), sebagaimana juga pasangan sepatu.

                                              [Tulisan Arab]

"Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-
 pasangan." (QS 13:3)

Pernyataan  ini  berarti  kemaujudan  organ-organ jantan dan
betina dalam seluruh beragam spesies  buah-buahan.  Hal  ini
sepenuhnya  sesuai  dengan  data  yang  ditemukan pada kurun
waktu yang jauh lebih kemudian berkenaan dengan  pembentukan
buah,  karena  seluruh  tipe  berasal  dari  tetumbuhan yang
memiliki organ-organ seksual (sekalipun  beberapa  varietas,
seperti   pisang,  berasal  dari  bunga-bungaan  yang  tidak
dibuahi).

Pada  umumnya,  reproduksi  seksual  di  dunia  hewan  hanya
digarap  secara  ringkas  dalam Al-Quran. Pengecualian dalam
hal ini adalah berkenaan  dengan  manusia.  Karena,  seperti
yang  akan  kita  lihat  kemudian  dalam  bab  berikut  ini,
pernyataan-pernyataan mengenai topik  ini  berjumlah  banyak
dan sangat terinci.


Tentang Manusia ..::
Maret 24, 2008, 21:30
Diarsipkan di bawah: manusia

Sesungguhnya manusia diciptakan oleh Allah SWT adalah paling sempurna dibandingkan dengan machluk yang lainya, termasuk diantaranya Malaikat, Jin, Iblis, Binatang, dllnya. Tetapi kita sendiri sebagai manusia tidak tahu atau tidak kenal akan diri kita sendiri sebagai manusia. Untuk itu marilah kita pelajari diri kita ini sebagai manusia, Siapa diri kita ini? Dari mana asalnya? Mau kemana nantinya? Dan yang paling penting adalah bagaimana kita menempuh kehidupan didunia ini supaya selamat didunia dan achkirat nanti?

Sebenarnya manusia itu terdiri atas 3 unsur yaitu:

  1. Jasmani.
    Terdiri dari Air, Kapur, Angin, Api dan Tanah.
  2. Ruh.
    Terbuat dari cahaya (NUR). Fungsinya hanya untuk menghidupkan jasmani saja.
  3. Jiwa. (An Nafsun/rasa dan perasaan).
    Terdiri atas 3 unsur:

    • Syahwat/Lawwamah (darah hitam), dipengaruhi sifat Jin, sifatnya adalah: Rakus, pemalas, Serakah, dll (kebendaan/materialis)-menjadi beban masyarakat.
    • Ghodob/Ammarah ( Darah merah ), dipengaruhi oleh sifat Iblis, Sifatnya adalah: Sombong, Merusak, Angkara murka dll (Menentang)-Menjadi pengacau masyarakat.
    • Natiqoh/Muthmainah (darah Putih), Dipengarui sifat malaikat, Sifatnya adalah: Bijaksana, Tenang, Berbudi luhur, Berachlak Tinggi dan Mulia- Menciptakan kedamaian dan kasih sayang.

Alat dari pada Jiwa yaitu otak, yang terdiri atas 3 bagian juga:

  1. Akal (timbangan) haq atau bathil
  2. Pikir (hitungan) Untung rugi
  3. Zikir (ingatan) Ingat Allah

Jadi kalau diibaratkan mobil maka jasmani ini adalah Body daripada mobil sedangkan Ruh sebagai Accu yang sifatnya hanyalah sebagai yang menghidupkan saja dan Jiwa adalah sopir atau yang mengendalikan dari pada mobilnya dimana dialah yang bertanggung jawab atas keselamatan dari pada mobil itu sendiri. Jadi Disini jelaslah bahwa yang dikatakan manusia itu adalah Jiwanya dimana dialah yang bertanggung jawab atas perbuatanya.
Machluk machluk yang diciptakan Allah ( dimana ada yang menjadi musuh atau lawan manusia yaitu Iblis dan Jin kafir.) 

Ada 6 machluk yaitu:

  1. Malaikat, Dari Nur (cahaya) menerangi/mengawasi manusia.
  2. Iblis, Dari Nar (Api), sifatnya merusak, merupakan musuh manusia.
  3. Jin, Dari asap yang beracun, sifatnya memabukan, merupakan penggoda dan juga membantu manusia.
  4. Tumbuhan, Hanya mempunyai  naluri, berfaedah, untuk kebutuhan manusia.
  5. Hewan, Syahwat dan ghodob, berfaedah untuk kepentingan manusia.
  6. Manusia, Sebagai pengatur alam, pengurus dunia(khalifah rachmatan lil alamin).

Corak corak Manusia:

  • Mu’min
  • Kafir
  • Munafi

Perjalanan Kehidupan Manusia:

  1. Alam Arwah/Ruh, Masih didalam alam suci/taqdir ketentuan
  2. Alam Rahim, Didalam Kandungan Ibu/Qadarditentukan
  3. Alam Dunia/Alam Qodho, Penyelesaian/Untuk sementara
  4. Alam Kubur/Alam Barzah, Dalam tahanan alam Kubur/prefentif
  5. Alam Mizan, Timbangan Alam dibangkitkanya kembali Manusia
  6. Yaumil Ma’lum ( Hari Pengumuman/Keputusan), Sorga bagi yang beramal baik; Neraka bagi yang beramal buruk



Jantung Manusia ..::
Maret 24, 2008, 21:30
Diarsipkan di bawah: manusia

PENGENALANSemenjak zaman silam, jantung telah dianggap sebagai pusat kewujupan manusia. Segala niat kebaikan dan pemikiran dianggap berasal daripada jantung. Dari peradapan Mesir purba sehingga kepada peradapan kaum Aaztec, jantung telah dianggap organ terpenting dan pusat kebajikan. Menurut buku kematian Mesir purba, jantung simati akan ditimbang pada neraca keadilan. Mereka yang mempunyai kebajikan yang setara atau lebih berat akan dibenarkan menikmati kehidupan abadi. Berasaskan andaian ini, jantung merupakan satu-satunya organ dalaman yang dibiarkan berada di dalam tubuh mummi Mesir purba.

Kaum Aztec pula percayakan bahawa sekiranya mereka tidak menyembahkan jantung manusia kepada dewa Huitzilopochtli, matahari tidak akan muncul dan dunia akan musnah. Di atas sebab tersebut kaum Aztec pernah mengorbankan seramai 80,400 orang mangsa sebagai persembahan perasmian Kuil Agung Tenochtitlan pada tahun 1487. Upacara pengorbanan manusia yang dilakukan serentak berempat dilakukan secara berterusan, daripada matahari terbit sehingga matahari terbenam, selama empat hari tanpa berhenti.Ibnu Sina ( – 1037 Masehi) merupakan pakar sains Islam agung yang telah mengkaji jantung secara saintifik dan mengarang buku panduan mengenai jantung yang digunakan sebagai rujukan oleh orang-orang eropah selama enam ratus tahun sebelum kajian semula oleh William Harvy (1578-1657).  William Harvy telah belajar mengenai anatomi manusia di Universiti Padua di Itali. Dia menetap di Landon pada 1603 dan akhirnya menjadi doktor peribadi Raja King Charles I. Pada tahun 1628, William Harvy menulis mengenai peredaran darah dalam 17 bab buku “Exercitation Anatomica de Motu Cordis et Sanguinis in Animalibus” (Mengenai Pergerakan jantung dan Darah dalam Haiwan.) yang bertentangan dengan apa yang diterima ketika itu semenjak 1,400 tahun dahulu.

Daripada segi sains, jantung adalah satu organ bersaiz penumbuk yang bertugas untuk mengepam darah beroksijen ke seluruh tubuh untuk kegunaan semua sel badan. Jantung akan mulai berdegup ketika manusia masih dalam kandungan, dan akan tidak akan  berhenti sehingga manusia meninggal dunia. Malah jantung manusia dapat dipindahkan daripada mereka yang baru meninggal kepada pesakit jantung, untuk membolehkan pesakit jantung untuk terus hidup sihat. Teknik ini yang diperkenalkan oleh Christiaan Barnard yang melakukan pemindahan jantung pertama pada tahun 1967. Dia meninggal pada tahun 1 September 2001 akibat serangan lelah (asthma)

GAMBARAN JANTUNG

Jantung terdiri dari serabut-serabut otot khusus yang bekerja secara automatik dan tetap. Selain itu masih terdapat juga sistem saraf yang mengatur irama denyutan jantung. Dengan setiap denyutan jantung, darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh dan darah yang kurang oksigen ke  paru-paru untuk melakukan pertukaran gas. Dianggarkan bahawa 10,000 liter darah mengalir melalui aorta dan mengelilingi tubuh manusia setiap hari. Terdapat berjuta-juta saluran rerambut darah yang membekalkan oksijen keseluruh tubuh manusia. Jika semua saluran rerambut darah disambungkan, ia mampu melingkari dunia sebanyak dua kali.

BENTUK JANTUNG

Jantung manusia terbahagi kepada 4 ruang yang dipanggil atrium kiri, atrium kanan, ventrikel kiri dan ventrikel kanan. Terdapat sistem injap yang menyambungkan antara ruangan yang berlainan.

  • Ruangan atrium jantung adalah lebih nipis dan kecil dari segi isipadunya berbanding ventrikel.
  • Otot kardium, yang berdenyut secara automatik, membentuk dinding jantung.  Sejenis membran tahan lasak yang dikenali sebagai perikardium menyelaputi seluruh jantung.
  • Injap berfungsi membenarkan pengaliran darah sehala iaitu tidak berbalik.
  • Rajah jantung

    SISTEM INJAP DALAM JANTUNG.

        1. Injap sabit terletak dipangkal arteri pulmonari dan aorta menentukan darah yang keluar dari jantung tidak mengalir balik.
        2. Injap trikuspid terletak di antara atrium kanan dengan ventrikel kanan menentukan darah yang mengalir masuk ke dalam ventrikel kanan tidak mengalir balik ke atrium kanan. Ianya terdiri daripada tiga kelopak.
        3. Injap bikuspid (injap mitra) terletak di antara atrium kiri dengan ventrikel kiri menghalang pengaliran balik darah dari ventrikel kiri ke atrium kiri.
      1. ALIRAN PEREDARAN DARAH DALAM JANTUNG1. Darah dari semua bahagian badan mengalir masuk ke atrium kanan melalui vena kava apabila otot jantung berehat. Vena kava anterior membawa balik darah tanpa oksigen dari kepala dan anggota hadapan ke jantung. Vena kava posterior pula membawa balik darah tanpa oksigen dari anggota bawah dan organ badan lain.

        2. Darah tanpa oksigen memenuhi atrium kanan.

    Rajah aliran darah melalui jantung.

    3. Ventrikel kanan kemudiannya mengecut dan darah dipaksa keluar melalui arteri pulmonari ke peparu. Pada masa yang sama, injap trikuspid akan tertutup untuk menghalang darah daripada mengalir balik ke atrium kanan. Di arteri pulmonari, injap sabit akan tertutup untuk menghalang darah daripada mengalir balik ke ventrikel kanan.

    4. Gas karbon dioksida dalam darah akan diganti dengan gas oksijen dalam paru-paru. Darah beroksigen dari peparu dibawa balik ke atrium kiri melalui vena pulmonari. Darah beroksigen memenuhi atrium kiri dan apabila atrium kiri mengecut, darah mengalir masuk ke ventrikel kiri.

    5. Darah beroksigen akan ditolak masuk ke aorta. Pada masa yang sama, injap bikuspid (mitra) akan tertutup untuk mengelakkan darah daripada mengalir balik ke atrium kiri.Injap sabit di pangkal aorta akan tertutup untuk menghalang darah dalam aorta mengalir balik ke dalam ventrikel kiri apabila ventrikel itu mengendur.6. Pembuluh darah yang keluar dari ventrikel kiri disebut Aorta, yang mengedarkan darah ke   seluruh tubuh. Sedangkan yang keluar dari ventrikel kanan disebut Arteri Pulmonalis yang   membawa darah ke paru untuk menukarkan karbon dioksida dengan oksigen. Pembuluh darah yang membawa darah masuk ke Atrium kiri disebut Vena Pulmonal dari paru-paru dan yang masuk ke Atrium kanan disebut Vena Cava membawa darah tanpa oksijen dari seluruh tubuh.

    Sebahagian darah yang keluar dari aorta akan membekalkan oksijen ke jantung dan dikenal dengan nama Arteri Koronaria. Pembuluh darah inilah yang sering mengalami gangguan pada penyakit jantung koroner. Pengimbasan jantung menggunakan Pengimbas Tomografi Berkomputer akan dilakukan untuk mengesan masalah ini.
    SERANGAN PENYAKIT JANTUNG

    Sekiranya terdapat lapisan lemak terbentuk dalam saluran darah, jantung terpaksa mengepam darah dengan lebih kuat. Ini menyebabkan tekanan tinggi pada salur darah yang dikenali sebagai darah tinggi. Ini adalah merbahaya kerana pembuluh darah dibahagian otak sangat halus. Sekiranya pembuluh darah di otak pecah, ia menyebabkan angin ahmar (stroke).

    Serangan sakit jantung mula digambarkan dengan tepat pada 1912. Penyakit jantung digambarkan sebagai rasa kesakitan yang amat sangat di bahagian dada yang berterusan sehingga setengah jam, menjalar kearah tangan kiri dan rahang. Sukar bernafas dan perasaan takut yang keterlaluan. Sebab sebenar rasa kesakitan ini adalah disebabkan kematian sebahagian otot jantung yang disebabkan oleh salur darah dibahagian tersebut tersumbat. Lebih besar salur darah yang tersumbat, lebih merbahaya serangan jantung tersebut.

    Saluran darah tersebut dikatakan sebagai kitaran darah ketiga oleh Harvey, di mana jantung membekalkan dirinya sendiri dengan darah beroksijen. Banyak ubat telah diperkenalkan untuk merawat penyakit jantung. Antaranya adalah Digitalis, kulit cinchona, acetylsalicylic, nitroglycerinr, diuretic, betablockers, clcium antagonists, fibrinolytica, angiotensin-converting enzyme inhibitors (ACE inhibitors), dan angiotensin antagonists.

    Sungguhpun pelbagai rawatan telah dimajukan, adalah lebih baik bagi kita mengamalkan cara hidup yang sihat daripada merawat setelah mendapat penyakit. Mengelak penyakit adalah lebih baik daripada mengubat. Oleh itu pastikan kita mengamalkan permakanan yang mengandungi tahap kalesterol yang rendah, seperti menggunakan minyak masak kelapa sawit dan mengelakkan makanan yang bersantan. Selain itu makanan yang banyak serat juga mampu memerangkap kalesterol  sebelum ia dapat diserap kedalam badan, sekaligus dapat mengurangkan penghadaman kalesterol oleh badan kita. Makanan berkhasiat, hidup sehat.