Liffham’s Weblog


Akhlak ..:;;
Maret 24, 2008, 21:30
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori
Menghiasi diri dengan akhlak yang baik termasuk unsur-unsur ketakwaan, dan tidak sempurna ketakwaan seseorang itu kecuali dengan akhlak yang baik.

Allah Ta’ala berfirman:“…(Surga itu) disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Ali Imron: 133-134)

Dalam ayat yang mulia ini Allah Subhanahu wa Ta’ala menganggap bahwa bergaul dengan manusia dengan akhlak yang baik termasuk pilar-pilar ketakwaan.


Apa keutamaan akhlak yang baik itu ?

Diantara keutamaannya adalah :

Pertama : Akhlak yang baik termasuk tanda kesempurnaan iman seseorang, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam: “Orang-orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shohihul Jami’, No. 1241)

Kedua : Dengan akhlak yang baik, seorang hamba akan bisa mencapai derajat orang-orang yang dekat dengan Allah Ta’ala, sebagaimana penjelasan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau: ”Sesungguhnya seorang mukmin dengan akhlaknya yang baik bisa mencapai derajat orang yang berpuasa dan qiyamul lail.” (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’, No. 1937)

Ketiga : Akhlak yang baik bisa menambah berat amal kebaikan seorang hamba di hari kiamat, sebagaimana sabda beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam : “Tidak ada sesuatu yang lebih berat ketika diletakkan di timbangan amal (di hari akhir) selain akhlak yang baik.” (Shahihul Jami’, No. 5602)

Keempat : Akhlak yang baik merupakan sebab yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga. Hal ini sebagaimana disabdakan Rasulullah ketika ditanya tentang apa yang bisa memasukkan manusia ke dalam surga. Beliau menjawab: “Bertakwa kepada Allah dan akhlak yang baik.” (Riyadhus Shalihin)

Apa yang dimaksud akhlak yang baik itu ?

Imam Hasan Al-Bashri berkata : “Akhlak yang baik diantaranya: menghormati, membantu dan menolong.” Ibnul Mubarak berkata: “Akhlak yang baik adalah: “berwajah cerah, melakukan yang ma’ruf dan menahan kejelekan (gangguan).” Imam Ahmad bin Hambal berkata: “Akhlak yang baik adalah jangan marah dan dengki.”

Al-Imam Muhammad bin Nashr mengatakan: “Sebagian ulama berkata: Akhlak yang baik adalah menahan marah karena Allah, menampakkan wajah yang cerah berseri kecuali kepada ahlul bid’ah dan orang-orang yang banyak berdosa, memaafkan orang yang salah kecuali dengan maksud untuk memberi pelajaran, melaksanakan hukuman (sesuai syari’at Islam) dan melindungi setiap muslim dan orang kafir yang terikat janji dengan orang Islam kecuali untuk mengingkari kemungkaran, mencegah kedzaliman terhadap orang yang lemah tanpa melampaui batas.”(Iqadhul Himam, hal. 279)


Bagaimana memperbaiki akhlak seorang hamba ?

Akhlak seorang hamba itu bisa baik bila mengikuti jalannya (sunnahnya) Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, sebab beliaulah orang yang terbaik akhlaknya. Allah Ta’ala berfirman: “Dan sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Al-Qalam: 4). Allah Ta’ala juga menegaskan: “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian, (yakni) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (datangnya) hari kiamat, dan dia banyak menyebut Allah.” (Al-Ahzab: 21)

Maka sudah selayaknya bagi setiap muslim mempelajari riwayat hidupnya dari setiap sisi kehidupan beliau (secara menyeluruh), yakni bagaimana beliau beradab dihadapan Rabbnya, kelurganya, sahabatnya dan terhadap orang-orang non muslim.

Salah satu cara untuk mempelajari itu semua adalah sering duduk (bergaul) dengan orang-orang yang bertakwa. Sebab seseorang itu akan terpengaruh dengan teman duduknya. Nabi bersabda: “Seseorang itu dilihat dari agama teman dekatnya. Karena itu lihatlah siapa teman dekatnya.”(HR Tirmidzi)

Kemudian wajib juga bagi setiap muslim untuk menjauhi orang yang jelek akhlaknya. Mudah-mudahan dengan begitu kita termasuk hamba-hamba Allah yang menghiasi diri kita dengan akhlak yang baik.

Wallahu waliyyut taufiq.



AIRMATA RASULULLAH SAW…
Januari 30, 2008, 21:30
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.

Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi. “Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. “Badan Rasulullah mulai ding! in, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku – peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.” Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii?” – “Umatku, umatku, umatku”

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
NB:
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita.

Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. Amin…

Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangi mu di dunia tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang meng



Do’a dikala ragu akan dirinya ….:
Januari 30, 2008, 21:30
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

Ya Allah…
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah… ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi

Tetapi ya Allah…
Seandainya telah Engkau takdirkan…
…Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku

Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya

Dan ya Allah yang tercinta…
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya….

Ya Allah ya Tuhanku…
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah…
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini

—————————————-
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
—————————————-

Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh

Amin… Ya Rabbal ‘Alamin

Bagi yang sedang bimbang oleh sang kekasih, nih ada do’a yang bagus untuk diamalkan. Selamat Mengamalkan ya….:)



Cara Mudah Bersyukur
Januari 19, 2008, 21:30
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

Aa Gym Tausiyah Aa Gym:

‘Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Alnahl [16]: 18).

Bersyukur merupakan salah satu kewajiban setiap orang kepada Allah. Begitu wajibnya bersyukur, Nabi Muhammad yang jelas-jelas dijamin masuk surga, masih menyempatkan diri bersyukur kepada Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan, Nabi selalu menunaikan shalat tahajud, memohon maghfirah dan bermunajat kepada-Nya. Seusai shalat, Nabi berdoa kepada Allah hingga shalat Subuh.

Bersyukur merupakan salah satu ibadah mulia kepada Allah yang mudah dilaksanakan, tidak banyak memerlukan tenaga dan pikiran. Bersyukur atas nikmat Allah berarti berterima kasih kepada Allah karena kemurahan-Nya. Dengan kata lain, bersyukur berarti mengingat Allah yang Mahakaya, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Penyantun.

Para ulama mengemukakan tiga cara bersyukur kepada Allah. Pertama, bersyukur dengan hati nurani. Kata hati alias nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah. Dengan detak hati yang paling dalam, kita sebenarnya mampu menyadari seluruh nikmat yang kita peroleh setiap detik hidup kita tidak lain berasal dari Allah. Hanya Allahlah yang mampu menganugerahkan nikmat-Nya.

Kedua, bersyukur dengan ucapan. Lidahlah yang biasa melafalkan kata-kata. Ungkapan yang paling baik untuk menyatakan syukur kita kepada Allah adalah hamdalah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa mengucapkan subhana Allah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca la ilaha illa Allah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdu li Allah, maka baginya 30 kebaikan.”

Ketiga, bersyukur dengan perbuatan, yang biasanya dilakukan anggota tubuh. Tubuh yang diberikan Allah kepada manusia sebaiknya dipergunakan untuk hal-hal yang positif. Menurut Imam al-Ghazali, ada tujuh anggota tubuh yang harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Antara lain, mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmat-Nya untuk kita. Lidah, misalnya, hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat yang kita rasakan. Allah berfirman, ”Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).” (QS Aldhuha [93]: 11).

  • Tahukah Anta :
  •  Nikmat yang tidak tersa sehari hari adalah : Berbicara,mengedipkan mata ,Mendengar , dan bayak lagi nikmat yang tidak terasa oleh diri kita. 




Amal yang Tetap Bermakna
Januari 19, 2008, 21:30
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori
Saudaraku, Berhati-hatilah bagi orang-orang yang ibadahnya temporal, karena bisa jadi perbuatan tersebut merupakan tanda-tanda keikhlasannya belum sempurna. Karena aktivitas ibadah yang dilakukan secara temporal tiada lain, ukurannya adalah urusan duniawi. Ia hanya akan dilakukan kalau sedang butuh, sedang dilanda musibah, atau sedang disempitkan oleh ujian dan kesusahan, meningkatlah amal ibadahnya. Tidak demikian halnya ketika pertolongan ALLOH datang, kemudahan menghampiri, kesenangan berdatangan, justru kemampuannya bersenang-senangnya bersama ALLOH malah menghilang.

Bagi yang amalnya temporal, ketika menjelang pernikahan tiba-tiba saja ibadahnya jadi meningkat, shalat wajib tepat waktu, tahajud nampak khusu, tapi anehnya ketika sudah menikah, jangankan tahajud, shalat subuh pun terlambat. Ini perbuatan yang memalukan. Sudah diberi kesenangan, justru malah melalaikan perintah-Nya. Harusnya sesudah menikah berusaha lebih gigih lagi dalam ber-taqarrub kepada ALLOH sebagai bentuk ungkapan rasa syukur.Ketika berwudhu, misalnya, ternyata disamping ada seorang ulama yang cukup terkenal dan disegani, wudhu kita pun secara sadar atau tidak tiba-tiba dibagus-baguskan. Lain lagi ketika tidak ada siapa pun yang melihat, wudhu kitapun kembali dilakukan dengan seadanya dan lebih dipercepat.Atau ketika menjadi imam shalat, bacaan Quran kita kadangkala digetar-getarkan atau disedih-sedihkan agar orang lain ikut sedih. Tapi sebaliknya ketika shalat sendiri, shalat kita menjadi kilat, padat, dan cepat. Kalau shalat sendirian dia begitu gesit, tapi kalau ada orang lain jadi kelihatan lebih bagus. Hati-hatilah bisa jadi ada sesuatu dibalik ketidakikhlasan ibadah-ibadah kita ini. Karenanya kalau melihat amal-amal yang kita lakukan jadi melemah kualitas dan kuantitasnya ketika diberi kesenangan, maka itulah tanda bahwa kita kurang ikhlas dalam beramal.Hal ini berbeda dengan hamba-hamba-Nya yang telah menggapai maqam ikhlas, maqam dimana seorang hamba mampu beribadah secara istiqamah dan terus-menerus berkesinambungan. Ketika diberi kesusahan, dia akan segera saja bersimpuh sujud merindukan pertolongan ALLOH. Sedangkan ketika diberi kelapangan dan kesenangan yang lebih lagi, justru dia semakin bersimpuh dan bersyukur lagi atas nikmat-Nya ini.Orang-orang yang ikhlas adalah orang yang kualitas beramalnya dalam kondisi ada atau tidak ada orang yang memperhatikannya adalah sama saja. Berbeda dengan orang yang kurang ikhlas, ibadahnya justru akan dilakukan lebih bagus ketika ada orang lain memperhatikannya, apalagi bila orang tersebut dihormati dan disegani.Sungguh suatu keberuntungan yang sangat besar bagi orang-orang yang ikhlas ini. Betapa tidak? Orang-orang yang ikhlas akan senantiasa dianugerahi pahala, bahkan bagi orang-orang ikhlas, amal-amal mubah pun pahalanya akan berubah jadi pahala amalan sunah atau wajib. Hal ini akibat niatnya yang bagus.Maka, bagi orang-orang yang ikhlas, dia tidak akan melakukan sesuatu kecuali ia kemas niatnya lurus kepada ALLOH saja. Kalau hendak duduk di kursi diucapkannya, “Bismilahirrahmanirrahiim, ya ALLOH semoga aktivitas duduk ini menjadi amal kebaikan”. Lisannya yang bening senantiasa memuji ALLOH atas nikmatnya berupa karunia bisa duduk sehingga ia dapat beristirahat menghilangkan kepenatan. Jadilah aktivitas duduk ini sarana taqarrub kepada ALLOH.Karena banyak pula orang yang melakukan aktivitas duduk, namun tidak mendapatkan pertambahan nilai apapun, selain menaruh [maaf!] pantat di kursi. Tidak usah heran bila suatu saat ALLOH memberi peringatan dengan sakit ambaien atau bisul, sekedar kenang-kenangan bahwa aktivitas duduk adalah anugerah nikmat yang ALLOH karuniakan kepada kita.Begitupun ketika makan, sempurnakan niat dalam hati, sebab sudah seharusnya di lubuk hati yang paling dalam kita meyakini bahwa ALLOH-lah yang memberi makan tiap hari, tiada satu hari pun yang luput dari limpahan curahan nikmatnya.Kalau membeli sesuatu, perhitungkan juga bahwa apa yang dibeli diniatkan karena ALLOH. Ketika membeli kendaraan, niatkan karena ALLOH. Karena menurut Rasulullah SAW, kendaraan itu ada tiga jenis, 1) Kendaraan untuk ALLOH, 2) Kendaraan untuk setan, 3) Kendaraan untuk dirinya sendiri. Apa cirinya? Kalau niatnya benar, dipakai untuk maslahat ibadah, maslahat agama, maka inilah kendaraan untuk ALLOH. Tapi kalau sekedar untuk pamer, ria, ujub, maka inilah kendaraan untuk setan. Sedangkan kendaraan untuk dirinya sendiri, misakan kuda dipelihara, dikembangbiakan, dipakai tanpa niat, maka inilah kendaran untuk diri sendiri.Pastikan bahwa jikalau kita membeli kendaraan, niat kita tiada lain hanyalah karena ALLOH. Karenanya bermohon saja kepada ALLOH, “Ya ALLOH saya butuh kendaraan yang layak, yang bisa meringankan untuk menuntut ilmu, yang bisa meringankan untuk berbuat amal, yang bisa meringankan dalam menjaga amanah”. Subhanallah bagi orang yang telah meniatkan seperti ini, maka, bensinnya, tempat duduknya, shockbreaker-nya, dan semuanya dari kendaraan itu ada dalam timbangan kebaikan, insya ALLOH. Sebaliknya jika digunakan untuk maksiyat, maka kita juga yang akan menanggungnya.Kedahsyatan lain dari seorang hamba yang ikhlas adalah akan memperoleh pahala amal, walaupun sebenarnya belum menyempurnakan amalnya, bahkan belum mengamalkanya. Inilah istimewanya amalan orang yang ikhlas. Suatu saat hati sudah meniatkan mau bangun malam untuk tahajud, “Ya ALLOH saya ingin tahajud, bangunkan jam 03. 30 ya ALLOH”. Weker pun diputar, istri diberi tahu, “Mah, kalau mamah bangun duluan, bangunkan Papah. Jam setengah empat kita akan tahajud. Ya ALLOH saya ingin bisa bersujud kepadamu di waktu ijabahnya doa“. Berdoa dan tidurlah ia dengan tekad bulat akan bangun tahajud.Sayangnya, ketika terbangun ternyata sudah azan subuh. Bagi hamba yang ikhlas, justru dia akan gembira bercampur sedih. Sedih karena tidak kebagian shalat tahajud dan gembira karena ia masih kebagian pahalanya. Bagi orang yang sudah berniat untuk tahajud dan tidak dibangunkan oleh ALOH, maka kalau ia sudah bertekad, ALLOH pasti akan memberikan pahalanya. Mungkin ALLOH tahu, hari-hari yang kita lalui akan menguras banyak tenaga. ALLOH Mahatahu apa yang akan terjadi, ALLOH juga Mahatahu bahwa kita mungkin telah defisit energi karena kesibukan kita terlalu banyak. Hanya ALLOH-lah yang menidurkan kita dengan pulas.

Tahukah Anta 

Sungguh apapun amal yang dilakukan seorang hamba yang ikhlas akan tetap bermakna, akan tetap bernilai, dan akan tetap mendapatkan balasan pahala yang setimpal. Subhanallah



Apakah Engkau Telah Mengenal Nabi-mu?
Januari 17, 2008, 21:30
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

Apakah engkau benar-benar kenal Nabi-mu?
Yaitu kenal secara lahir dan batinnya, jasmani, maknawi dan rohaninya
Atau engkau hanya kenal secara lahir sahaja, tidak lebih daripada
itu?!
Atau engkau kenal secara rambang saja?

Sebenarnya kalau engkau kenal secara lahir dan batin, jasmani,
rohaniahnya pribadi Nabimu
Pasti engkau jatuh hati kepadanya
Engkau akan cinta, engkau akan menyebut selalu namanya
Melalui selawat dan ingatan terhadapnya
Engkau akan terasa terhutang budi kepadanya
Karena kedatangannya dan jasanya kepada dunia

Muhammad SAW Nabimu…
Nabimu, Dia seorang manusia istimewa,
Luar biasa yang tiada taranya
Dia adalah manusia yang paling mulia di sisi Allah Taala

Mari kita bercerita tentangnya secara ringkas agar engkau kenal
Nabimu sendiri…
Siapa dia yang sebenarnya?
Dia adalah Muhammad anak Abdullah, ibunya Aminah
Bangsa Quraisy dari Bani Hasyim
Nasabnya hingga ke Nabi Ibrahim

Dia adalah anak yatim piatu..
Seorang anak yang tidak pernah dapat bermanja dengan ibu bapanya seperti orang lain
Dia lahir dari keluarga yang miskin dan dipelihara pula oleh
keluarga yang miskin

Dia adalah makhluk yang pertama dan utama yang paling dicintai oleh Tuhan
Yaitu yang diberi nama Nur Muhammad
Dari Nur Muhammadlah seluruh yang ada dicipta dan diwujudkan
Syurga, Neraka, dunia, Akhirat, para malaikat, Arasy, Kursi, Sirat,
manusia, jin, hewan, jamadat dan lain-lainnya

Artinya kalau bukan karena Nabi Muhammad SAW,
Yang lain tidak akan diwujudkan
Kalau begitu, rupanya Nabi kita membawa rahmat zahir dan batin
Kepada semua makhluk Tuhan

Dia adalah makhluk yang awal wujud nisbah ruh, yang akhir nisbah
jasad di kalangan para nabi
Dia adalah satu-satunya Nabi yang diisrakkan dan dimikrajkan
Mukanya laksana bulan purnama karena cahayanya yang terang
Dia hamba Allah yang paling bertaqwa dan paling takut dengan Tuhan
Karena itulah dia dipanggil Habibullah oleh Allah
Ketua seluruh para rasul dan para anbiya
Penghulu seluruh orang yang bertaqwa
Imam seluruh manusia
Syariatnya untuk seluruh jin dan manusia dan penutup seluruh syariat
Orang yang memberi syafaatul kubra di Akhirat dan orang yang pertama
masuk Syurga

Al Quran kitab yang diturunkan kepadanya paling lengkap
Merupakan mukjizatnya yang kekal dan paling agung
Tiada siapa yang dapat menirunya

Dia memiliki ilmu dunia dan Akhirat
Sekalipun dia tidak menulis dan membaca
Nabi kita mempunyai akhlak yang paling mulia dan tiada taranya
Bahkan lebih mulia dari para malaikat
Terutamanya kasih sayangnya kepada manusia begitu terserlah
Tawadhuknya atau merendah diri, pakaian pribadinya
Karena itulah dia sanggup duduk, makan, minum, tidur, baring dengan
fakir miskin
Menziarahi orang sakit, mengiringi jenazah
Tiada seorang pun yang melihat mukanya melainkan jatuh cinta
kepadanya
Bahkan seperti orang mabuk tidak dapat melupakannya
Sangat kasih dan simpati dengan fakir miskin, anak-anak yatim dan
janda-janda
Pemurahnya laksana angin kencang yang sangat lajunya

Orang yang bergaul dengannya macam-macam dapat dirasa
Adakalanya laksana ibu dan ayah
Adakalanya seperti kawan yang membela dan setia
Adakalanya dirasakan guru
Adakalanya bagaikan pemimpin
Adakalanya bagaikan ketua tentara
Setiap orang yang semajelis dengannya merasakan dapat layanan yang
memuaskan darinya
Karena akhlaknya yang tinggi dia dapat pujian dari Tuhannya

Keberaniannya luar biasa
Dia boleh lalu seorang diri di hadapan musuh-musuhnya
Tidak sedikit pun takut dengan raja-raja

Setiap orang yang meminta tidak pernah dikecewakan, sekalipun
terpaksa berhutang dengan manusia
Ibadahnya banyak
Terutama sembahyangnya hingga bengkak-bengkak kakinya karena terlalu
lama berdiri di hadapan Tuhannya
Tidak pernah mendoakan musuh-musuhnya dengan kejahatan
Sangat suka meminta maaf dan memberi maaf kepada siapa saja
Dia membalas kejahatan orang dengan kebaikan
Satu perbuatan yang luar biasa
Tidak pernah menghina, mencaci dan merendah-rendahkan orang lain
Sangat pemalu dan merendah diri
Sangat menerima keuzuran orang
Sangat tahan menerima ujian yang berbagai-bagai keadaan dan bermacam-
macam bentuknya
Karena itulah dia dapat menjadi ketua ulul azmi daripada keseluruhan
para rasul alaihimussolatuwassalam

Dia suka kepada seseorang karena Allah dan murka juga karena Allah
Hatinya begitu jaga, matanya saja yang tidur tapi hatinya tidak tidur
Karena itulah dia tidur tidak membatalkan wudhunya
Di dalam hidupnya 74 kali berlaku peperangan, 27 kali dia ikut sama
atau ikut serta
Tapi pelik, tidak pernah dia membunuh musuh-musuhnya walaupun seorang

Anak-anak didikannya itulah dia para Sahabat hingga dia
berkata: “Sahabat-Sahabatku laksana bintang-bintang di langit,yang
mana satu yang kamu ikut, kamu akan mendapat petunjuk. Para ulama
umatku laksana para-para nabi Bani Israil”- julukan ini tidak
didapati oleh umat-umat nabi sebelumnya

Karena menegakkan kebenaran, pernah dilemparkan dengan
najis,dilempar dengan batu hingga berdarah, dibuang daerah selama
tiga tahun, dikepung, hendak dibunuh, berhijrah meninggalkan tanah
air dan mendapat berbagai-bagai kesusahan dan penderitaan

Kemuliannya di sisi Allah Taala begitu ketara dan terserlah
Yaitu namanya ditampilkan dengan nama Tuhannya
Yaitu di dalam dua kalimah syahadah
Bahkan tidak sah Islam seseorang kalau tidak diucapkan namanya
bersama dengan nama Tuhannya

Doa yang hendak dikabulkan, awal akhir kenalah menyebut namanya
Doanya sangat kabul, bahkan siapa yang berdoa bertawasul dengannya
lebih diterima doanya
Siapa yang banyak berselawat dengannya diberi syafaat di Akhirat
Siapa yang selalu menyebut namanya diturunkan rahmat dan berkat

Mukjizat-mukjizatnya yang terlalu banyak menunjukkan kebenarannya
Tertulis di belikatnya khatamun nubuwwah
Peluhnya bak mutiara, wanginya lebih wangi daripada kasturi
Orang tidak dapat menentang matanya karena kehebatannya yang amat
terserlah di wajahnya
Terutama musuh-musuhnya, pasti menundukkan pandangannya bila
bertembung dengan pandangannya

Banyak perkara-perkara ghaib yang dibuka Allah Taala kepadanya
Sehinggakan sebagian perkara-perkara yang belum terjadi
Seperti peristiwa akhir zaman dapat diceritakannya

Terlalu kuat tawakalnya kepada Allah Taala
Hinggakan makanan yang berlebih tidak disimpan malamnya
Bahkan diberi kepada yang berhak

Apabila dia buang air, tidak ada kesannya selepas membuangnya
Lalat tidak pernah hinggap pada badannya
Kalau dia berpaling, dia berpaling dengan seluruh badannya
Tidak pernah makan seorang diri melainkan berkawan
Tidak pernah mencerca makanan
Kalau dia tidak suka, dia tidak makan-makanan itu

Sangat menghormati dan memuliakan tetamunya
Terlalu menjaga hak-hak jirannya sekalipun orang kafir
Terlalu mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri
Tidak pernah melaknat sekalipun binatang
Apa yang diperkatakannya ibarat mutiara
Karena itulah sangat mempengaruhi orang yang mendengarnya

Didikan dan pimpinannya sangat berjaya
Di antara kesan didikan dan pimpinannya yang telah berlaku yang
telah dicatat dalam sejarah
Dapat melahirkan manusia yang sangat mencintai dan menakuti Allah
Taala
Bahkan Tuhan dijadikan idola mereka

Dapat menyatupadukan manusia yang berbagai-bagai etnik, puak, kaum,
bangsa dan yang berlainan warna kulit, bahasa dan budaya
Bahkan dapat menanamkan kasih sayang satu sama lain di kalangan
manusia
Melahirkan manusia yang begitu taat dan patuh kepada syariat Tuhannya

Berjaya melahirkan manusia yang tinggi akhlak dan moralnya
Mampu menjadikan dunia bersih daripada noda dan dosa
Berjaya menjadikan setiap orang rasa berpuas hati di bawah naungan
pimpinannya sekalipun yang bukan Islam
Mereka merasakan dia adalah pelindung dan penyelamat kepada seluruh
makhluk sekalipun binatang

Itulah dia Muhammad Rasulullah SAW
Itulah dia nabi kita, manusia luar biasa,
Yang istimewa kejadian dan akhlaknya paling sempurna, tiada
tandingannya
Baru sedikit saja kita ceritakan tentangnya, sudah mengkagumkan kita

Apakah pribadi yang seperti ini kita tidak jatuh hati kepadanya?
Apakah manusia ini kita bisa melupakan begitu saja?
Apakah kita tidak terasa terhutang budi kepadanya?
Bahkan patut bersyukur kepadanya sepanjang masa
Dapatkah kita samakan dia dengan pemimpin-pemimpin yang lain di
dunia?
Jauh panggang dari api, macam langit dengan bumi

Lantaran itulah, orang yang benar-benar kenal Nabinya bersama
Tuhannya, sanggup mati karenanya.
Patut sangatlah dia menjadi idola dan ikutan kita
Agar kita menjadi satu bangsa yang bertuhan, merdeka, bersatu,
berakhlak mulia, bertamadun, berkasih sayang, bertolong bantu,
berharmoni, bermaruah, bersih dari noda dan dosa
Allah dan Akhirat menjadi matlamat hidup kita….

Sumber : oleh Sheikh Abuya Ashaari Muhammad



Teguran Rasulullah Pada Abubakar r.a
Januari 17, 2008, 21:30
Diarsipkan di bawah: Rasulullah SAW, Tak Berkategori

Dikeluarkan oleh Ahmad dan At-Tabarani dari Abu Hurairah r.a. bahawa seorang lelaki telah mencerca Abu Bakar r.a. Ketika itu, Rasulullah SAW juga sedang duduk di sana. Baginda SAW tersenyum dan keheranan melihatkan keadaan lelaki tersebut. ketika lelaki itu mula bersikap kurang ajar terhadap dirinya, Abu Bakar r.a. pun membalas beberapa kata lelaki tersebut. Dengan yang demikian, Rasulullah SAW menjadi marah lalu bangun dan dibuntuti oleh Abu Bakar r.a.. Abu Bakar berkata kepada Rasulullah SAW: “Lelaki itu bersikap kurang ajar terhadap diriku, oleh kerana itu aku membalasnya.

Ketika aku mulai membalasnya, kamu meninggalkan kami di tempat itu”.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila kamu tidak membalas kata-katanya, terdapat malaikat yang membalasnya untuk kamu. Walau bagaimanapun apabila kami mulai membalas kata-kata kasarnya itu syetan mula mengambil tempat dan duduk di antara kamu. yang demikian itu aku tidak mau duduk bersama-sama dengan syaitan”.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda lagi: “Ya Abu Bakar ! Terdapat tiga perkara yang benar yaitu:

1) Apabila seorang hamba itu dizalimi dengan satu kezaliman, maka dia meninggalkan tempat itu semata-mata kerana Allah, Allah akan menguatkan dan membantunya.
2) Apabila seseorang itu membuka pintu kedermawanannya dan memberi hadiah, maka Allah akan menambahkan kekayaannya.
3) Apabila seseorang itu mula meminta-minta untuk menambahkan kekayaannya, maka Allah akan mengurangkan kekayaannya.

(Sumber : Edi S. Kurniawan, Muhammad Haryadi, e-mail : Riyadi_albatawy@yahoo.co.id)



Perjalanan Pulang Ku
Januari 16, 2008, 21:30
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori, kisahku

1muharam 1429 H . Aku pulang dulu ” dari jam 08:29 aku menungu bos datang k’rena dia nelphon tadi pagi ‘ mau kekantor liat yg lagi kerja ,bikin ruangan buat kursus . dah jam 10:23 boss belum datang juga .

di dalam hati aku berbicara ” wah lama banget ,gimana niih ” Ah tanpa pikir panjang aku pergi pulang kampung . biar boss dah tang juga tetap aku harus pulang karena aku kangen sama ibu ku , hari ini cerah banget tanp awan mendung ‘ memungkinkan untuk pulang lancar , tetapi panasnya sangat menyengat sekali ! gimana yah .

Terus ajah aku jalan menuju pinggir jalan , tuk menyetop mobil dah sampai ada mobil angkot lewat , Wahh d setop ajah tuh angkot ,lalu aku naik angkot itu ‘ d dalam panas banget ,, 1/2 aku naik angkot dah samapi ke terminal bis . Pas disitu ada bis yang biasa aku naiki … ahhh tanpa ada basa basi langsung ajah aku naik .

pas naik bis sudah mulai penuh , jadi bis ga ngetem dulu ,langsung berangkat menuju daerah padalarang “ tempat tinggal aku ,” Dalam perjalanku ada seorang pengamen yah umur nya kurang lebih 50 tahunan-lah dia ,wanita lagi ‘ dengan pakaian yang agak gaul ,mungkin biar ga keliatan tua .

Di dalam bis dia menyanyikan lagu dangdut , kalau ga salah itu lagu lama , lagu jamannya Megi z ,

Anda tau kan meggi z ? Itu yang menyayikan lagu “ benang biru “ tau tau ‘kan …. he he he … (maksa).

Dia ‘menyanyikan lagu Imam S Arifin yang berjudul (cinta ku sekulit ari) , ia menyanyikan 2 lagu .

“cukup enak siih … Seukuran Seorang ibu yang ber umur 50 tahunan lebih , bernyanyi .

Sambil mendengar kan lagu , aku sempat berpikir “ gimana yah kalau ibu ku mengamen seperti dia , rasanya aku ga tega banget ‘ gimana gituhhh …… Mungkin hati aku, sakit banget kalu melihat ibuku mengamen , tuk mencari sesuap nasi , jangan kan liat ngamen” liat ibu ku nyuci pakaian aku marah pada adik ku ,(adik ku semua nya sudah dewasa)” apalagi ini ngamen , wah takan ku biarkan itu terjadi pada ibuku …… biar darah mengalir dari seluruh jasadku ‘ ku tak akan membiarkan ibu ku seperti itu .

Sungguh kasian aku meliat dia mengamen “ Apakah anaknya kemana yah atau dia ga punya anak …. ??

Menurut anda gimana perasaan anda melihat ibu anda mengamen …???

Dan apa reaksi anda melihat ibu anda mengamen ……???

Pendapat anda tentang mengamen Giamana ‘ ayo …..???

Lalu dia berhenti menyanyi dan mengucapkan kata2 “ terima kasih pda bapak supir dan baak konextur dan tidak lupa kepada para penumpang terima kasih atas waktun dan perhatiaannya semoga anda selamat sampai tujuan … semuanya jawab Amiin ….

Ada pepatah yang mengatakan , pepatah ini selalu nempel dalam hati aku “ Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah “ yang artinya , memberi lebih baik dari pada menerima , Pepatah itu terus membayangi diriku setiap aku meliat orang yang ngamen atau yang meminta minta .

Ibu yang ngamen sudahan d’sambung trus . Aku melihat tukang buah anggur ”

Ber mula dia menawarkan buah anggur nya dengan harga “ 4 ribuan jadi dia bawa 5 kantong anggur dengan harga 20 ribu , dengan harapan ada yang mau beli buahnya ‘ dah lama menawarkan ga ada yang membeli juga … Dia mulai kesal k’rena buahnya ga ada yang membeli , mulai dia menurunkan harganya dengan harga 3 ribuan ‘ sambil ngomong dia bilang “ bu ‘ buah anggurnya ,manis bu ‘anggur bali asli . dah turun segitu da ada yang beli juga , lalu dia menurunkan harganya ,dengan harga 2 ribu perkantong ‘ sambil berbicara dia menawarkan lagi “ sok lah bu d turunkan lagi harganya ,jadi 2 ribuan , biar cepat abis lah ,dengan muka terlihat sinis , nah mulai lah si penumpang ada respon ’satu persatu membeli aku pun membeli satu buat oleh oleh ibu ama adik adik ku , aku pun menyesal k’rena uang nya cuman ada 2 ribu pas buat satu bungkus , ada juga uang 100 ribu takutnya ga ada kembalian .

Nah aku mau nanya ke pembaca ; apakah anda juga suka membeli oleh oleh d’ biss ….??

Menurut hati anda , gimana dengan si penjual asongan yang kurang ramah …..??

menurut anda apakah , harus di beli …. ??

Kadang aku sempet berpikir “ dia adalah pejuang sejati yang membela anak istri nya untuk makan , dia rela d’ caci d’ maki tuk memberi makan anak istrinya , Menurutku Dia lah pejuang sejati yang patut kita contoh …. Dia berjuang dengan naik turun kendaraan supaya barang dagangannya cepat habis …

Mungkin anak istrinya sedang menunggu d’ rumah ,dengan do’a dan harapan supaya dia selamat dan cepat habis barang daganggannya .

Sampailah aku d’tempat tujuan ,yaitu daerah padalarang ,kota yang kecil tapi bersejarah , kota yang menghubungkan antara kota Jakarta dan Kota bandung , kota yang baru dbentuk ,menjadi kota bandung barat dan pemilihan Bupatinya , akan dilangsungkan tahun ini, April 2008 .

Padalarang tuhh .. kecamatannya tapi desa ku adalah Ciburuy , desa yang lumayan besar dengan 22 Rw, mungkin Rt nya 80 an , sedanngkan aku di tinggal d’ kampung Sirna sari dengan KK 7 ratus lebihan .

Ciburuy adalah andalan tempat wisata padalarang , yaitu dengan situ Ciburuy nya , cukup nyaman juga buat makan makan atau buat menenangkan pikiran biar presss .

Ko “malah nyeritain desa ku …….. he he he ….. maaf … Melihat perjalanan ku tadi , banyak hikmah dan manfaantnya yang aku petik dari pengalaman ku , mungkin ini adalah pemberajaran diri bagi aku supaya ‘ selalu banyak bersyukur , bertafakur dan bersyujud “ kepada yang menciptakan kita yaitu Zat yang segala maha ,yaitu 4JJI SWT …….

 



Napak Tilas ke Rumah Buya Hamka
Januari 11, 2008, 21:30
Diarsipkan di bawah: Hikmah, Tak Berkategori
Siapa tak kenal Buya Hamka. Tokoh Islam bernama Haji Abdul Malik Karim Amrullah itu termasuk orang terdepan dalam sejarah perkembangan Islam abad modern di Indonesia. Sayang, saat ini tak banyak anak muda yang mengkaji ketokohannya. Sebaliknya, nama Hamka malah makin berkibar di negeri tetangga, Malaysia.

Termasuk, Museum Hamka yang berlokasi di tepi Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Museum yang rampung dibangun dua tahun lalu itu malah banyak dikunjungi wisatawan dari negeri jiran itu. Sedangkan wisatawan Indonesia kurang peduli dengan kehadiran museum tersebut.

Sayang bahwa tokoh sebesar Hamka kini mulai dilupakan anak muda kita. Pemerintah juga tak terlalu memperhatikan kepahlawanannya,’’ kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsudin usai melakukan wisata spiritual ke Museum Hamka pekan lalu.

Din beserta rombongan pengajian Orbit yang antara lain diikuti oleh artis, politisi, dan birokrat menjadikan Museum Hamka sebagai bagian dari perjalanan dalam rangka bakat sosial kepada masyarakat di wilayah eks gempa.

Selain Museum Hamka, rombongan yang diikuti antara lain Sutrisno Bachir, Anggota DPD dan DPR RI asal Sumbar itu, menyempatkan menyalurkan bantuan kepada perguruan Muhammadiyah di Padang Panjang dan panti asuhan Muhammadiyah di Batipuh.

Museum Hamka itu adalah rumah tempat lahir Buya Hamka. Rumah itu telah direnovasi dengan model rumah gadang. Terletak di kaki bukit setelah melewati kelok 44, museum itu menyimpan benda-benda berkaitan dengan Buya Hamka. Di dalamnya, ada perpustakaan berisi karya-karya Buya, tongkat, tempat tidur, kursi, meja tulis dan benda-benda lainnya.

Museum ini terletak di daerah yang cukup sejuk. Dari Kota Padang, museum ini bisa ditempuh dalam empat jam. Jalannya mulus dengan pemandangan Bukit Barisan yang hijau memukau.

Rumah kelahirah Buya Hamka ini disiapkan sebagai museum yang siap menampung pengunjung. Di bagian depan tersedia halaman parkir. Di samping rumah terdapat kamar mandi dan mushala yang cukup asri.

Ingin mendapat buku karya Hamka? Di seberang museum terdapat sebuah gerai kecil yang menjual buku-buku karya Hamka termasuk koleksi Majalah Panjimas. Museum ini banyak dikunjungi pelancong dari Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam,’’ kata Aristo Munandar, Bupati Kabupaten Agam kepada wartawan.

Din sendiri menyatakan ironis, orang sekaliber Hamka kurang dihargai di negerinya sendiri. Bahkan tak ada nama jalan yang menggunakan nama Hamka. ‘’Banyak nama jalan protokol di Jakarta menggunakan nama tokoh yang kita tidak mengenal ketokohannya. Padahal, Hamka jauh lebih besar dari mereka,’’ kata Din.

Din menilai Buya Hamka berjasa membentuk karakter bangsa Indonesia. Mengenai alasan kurang begitu populernya Hamka, ia menyatakan kondisi tersebut adalah karena kurangnya sosialisasi khususnya dari pihak pemerintah pusat.

Oleh karena itu, Din berharap agar baik pemerintah pusat maupun daerah khususnya di Sumatera Barat untuk melakukan sosialisasi sosok Buya Hamka, termasuk dalam pengelolaan museumnya yang terletak berhadapan dengan Danau Maninjau.

Karya Buya Hamka dipamerkan di museum ini antara lain buku berjudul Di Bawah Lindungan Ka’bah (1936), Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (1937), Di Dalam Lembah Kehidupan (1939), Merantau ke Deli (1940), Margaretta Gauthier (terjemahan, 1940), Tuan Direktur (1939), Dijemput Mamaknya (1939), Keadilan Ilahy (1939), dan Tashawwuf Modern (1939).

Namun di antara banyak karya, Tafsir merupakan karya gemilang Buya Hamka. Tafsir Alquran 30 juz itu hanya satu dari 115 karya yang dihasilkan Buya Hamka semasa hidupnya. Tafsir tersebut dimulainya tahun 1960. Dan karya besar itu ia rampungkan saat ia ditahan oleh pemerintah Orde Lama atas tuduhan subversif, meskipun tuduhan itu tak pernah dapat dibuktikan secara hukum. ( tid/riol )

Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau Hamka adalah ulama dan penulis Islam Indonesia modern paling produktif. Hamka lahir di Sungai Batang, Sumatera Barat, pada 17 Februari 1908. Ibunya berasal dari keluarga bangsawan. Ayahnya, Syaikh Dr Abdulkarim Amrullah, berasal dari keluarga ulama dan seorang pelopor gerakan pembaruan modernis.

Meski ayahnya seorang guru terkemuka di Thawalib Sumatra, sekolah keagamaan tradisional terkenal yang segera menjadi sekolah reformis radikal, Hamka disekolahkan ke sekolah diniyah didikan Zainuddin Labay El-Junusya. Sekolah ini adalah sekolah keagamaan pertama yang menggunakan sistem pendidikan modern.

Hamka gagal di diniyah dan dipindah ke sekolah Islam yang dipimpin tokoh Islam modernis, Syaikh Ibrahim Musa di Parabek, Bukittinggi, tahun 1922. Namun, ternyata ia lebih senang mempelajari karya sastra ketimbang kitab tafsir. Tahun 1923, secara otodidak Hamka baru belajar kitab.

Setahun kemudian, Hamka berangkat ke Jawa untuk mengunjungi kakak perempuannya yang bersuamikan AR Sutan Mansyur, yang menjadi Ketua Muhammadiyah. Di sinilah dia berkesempatan bertemu dengan tokoh Islam lain pada masa itu. Bukan sekadar pertemuan, tetapi ia juga sempat mengikuti berbagai kuliah umum yang diberikan pemimpin Islam.

Tahun 1925, Hamka memasuki dunia jurnalistik. Ia mulai menulis artikel untuk harian Hindia Baru yang dieditori Haji Agus Salim, seorang pemimpin politik Islam.

Sekembalinya ke Padang Panjang tahun 1926, Hamka mendirikan jurnal Muhammadiyah pertama, Chatibul Ummah. Ia sempat pergi ke Medan dan Mekkah tahun 1927. Perkenalannya yang singkat dengan dunia Arab bukan hanya meningkatkan kemampuannya berbahasa Arab, tetapi juga mengenal sastra Arab.

Sepulang dari Mekkah, ia menetap di Padang Panjang dan kian sering menulis dan mulai memakai nama Hamka. Buku pertamanya merupakan novel Minangkabau berjudul Si Sabariah, terbit 1928.

Aktivitasnya di Muhammadiyah membawanya hingga ke Makassar (1932-1934). Di Makassar, ia sempat menerbitkan dua jurnal, sejumlah novel, dan sebuah buku sejarah Islam.

Tahun 1936, ia mendapat tawaran menjadi editor kepala jurnal Islam yang baru terbit di Medan, Pedoman Masyarakat. Saat Hamka di jurnal inilah, sering disebutkan sebagai masa keemasan jurnalisme Islam di Indonesia.

Pada era 1936-1945, Hamka menerbitkan banyak novel besarnya, seperti Di Bawah Lindungan Ka’bah, Tenggelamnya Kapal van der Wijck, dan buku tentang etika Islam dan tasawuf, termasuk Tasawuf Modern, Lembaga Budi, dan Falsafah Hidup. (mam, dari berbagai sumber)

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0706/14/politikhukum/3600990.htm