Liffham’s Weblog


Karena Kasih Ibu ..

Pada suatu malam Khalifah Umar r.a ingin melihat secara langsung bagaimana keadaan rakyatnya. Dalam agendanya, yang dituju adalah perkampungan penduduk. Ketika berjalan melewati sebuah rumah, terdengar suara anak kecil menangis  Diapun berhenti di depan pintu rumah itu untuk mengetahui apakah gerangan yang sedang terjadi. Dari dalam rumah terdengarlah suara seorang ibu yang berbicara kepada anak-anaknya,” Allah Mahaadil terhadap apa yang terjadi padaku dan Umar bin Khattab.”

        Umarpun berkeinginan hendak menghibur hati ibu yang sedang ditimpa kesedihan itu. Lalu, dia mengetuk pintu dan memohon izin untuk memasuki rumahnya. Khalifah Umar r.a. bertanya kepada ibu itu,”Apa yang telah dilakukan Umar terhadapmu?”

        Ibu yang tidak mengetahui bahwa sesungguhnya orang yang bertanya itu adalah Khalifah Umar r.a sendiri menjawabnya,” Dia telah menugaskan suamiku untuk berperang ke medan laga, sedangkan anak-anakku dibiarkannya kelaparan tanpa belanjaan sehari-hari sehingga mereka terus menangis. Amirul Mukminin sampai hati membiarkan kami terlantar.”

        Mendengar p;enuturan demikian, Khalifah Umar r.a. langsung bergegas pulang ke istananya dan mengambil sekarung tepung gandum berikut daging dalam jumlah yang cukup banyak. Bahan makanan itu beliau pikul sendiri dipunggungnya, lalu diantarkan kepada keluarga pejuang tersebut. Salah seorang pegawainya yang mengetahui hal itu bermaksud untuk membantu dan memanggul bahan makanan tersebut.”Sudilah kiranya Amirul Mukminin meletakkannya dan biarkan aku yang membawanya,” Kata sipegawai memohon.

        Khalifah Umar r.a menjawab, Biarkanlah aku yang membawanya sendiri. Mungkin kamu sanggup membawakan tanggunganku di dunia, sedangkan di akhirat, siapakah yang akan menanggung dosa-dosa yang telah aku perbuat?”

        Setelah tiba di rumah keluarga pejuang itu, Khalifah Umar r.a memasak tepung gandum dan daging bawaannya itu dengan tangannya sendiri. Kemudian setelah makanan itu siap, anak-anak keluarga pejuang itu dibangunkan. Mereka diberi makan sampai kenyang. Selanjutnya Umar berkata, Anggaplah ini sebagai penyesalanku agar di Hari Kiamat nanti kalian tidak menuntut balas atas perbuatanku.”

        Ibu itu menjawab,”Ya.”

        Akhirnya Umar pun pulang dengan karung yang kosong ditangannya.

        Dikisahkan, 15 tahun setelah Khalifah Umar r.a. meninggal dunia, ada seseorang yang bermimpi berjumpa dengannya.”Kebajikan apa yang Anda terima dari Allah SWT?” tanya lelaki yang bermimpi itu pada Umar yang dijawab Umar,” Kini aku telah menyelesaikan hisabku.”

        Allah telah memerintah kalian untuk berlaku adil, berbuat kebaikan, dan memberi kaum kerabat. Allah melarang perbutan keji, mungkar, serta permusuhan. Dia menasehati kalian

supaya kalian mampu memetik pelajaran dari-Nya, (Q.S. An-Nahl [16] : 90)

Mampir Sejenak !

” jika kamu berbuat baik maka itu untuk diri kamu sendiri, jika kamu berbuat jahat itu pun akan kembali kepada kamu sendiri” (Q.S. Al-Isra 17:7)


1 Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar

:)

Komentar oleh bibomedia.com




Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>